"MUDAH DATANG DAN MEDAH PERGI"
Disebuah mushola kecil yang
cukup sunyi disitu aku duduk. Mataku terpejam dan tidak melihat apapun
sekitarku. Lantas aku berpikir, betapa mataku selama hari ini sudah menatap
berbagai suasana. Tidak ada yang sama pandanganku dalam tiap lima menit. Selalu
berganti-berganti selama hari itu kadang kulihat pepohonan, ladang, kebun.
Kadang kulihat rumah, kamar, lemari, pakaian. Kadang ku lihat temanku,
tetangganku. Kadang kulihat kumpulan orang banyak, gedung, perkantoran, jalan raya,
teman-teman kota. Semuanya silih berganti. Tiap lima menit sudah berbeda.
Pandangan yang satu digantikan pandangan yang lain. Satu berlalu, lainnya
datang. Semuanya mudah datang dan mudah pergi.
Masih dalam mata terpejam, kuingat-ingat selama hidupku,
kurenungi berbagai kejadian dan lingkungan sekitarku. Ternyata juga
berganti-ganti. Kampung tempat aku dibesarkan sekarang semakin jarang
kutinggali. Teman-teman SD sudah pasti jarang bertemu. Teman dekat SMP entah
kemana mereka. Sahabat-sahabat karib yang selama ini kukenal juga tidak banyak
ynag tau kabarnya. Entah tinggal dimana mereka sekarang. Juga entah apakah
mereka semuanya masih hidup, aku tidak tahu. Teman-teman kos yang dengan mereka
kadang bergurau tapi kadang saling marah aku juga tidak tahu dimana berada.
Adikku yang puluhan tahun serumah denganku, yang dengannya kadang rukun tapi kadang tengkar, sekarang juga
sudah ikut suaminya. Kedua orang tuaku yang demikian menyayanggiku, aku juga
semakin jarang bertemu mereka langsung, tentu berbeda dengan saat aku masih
kecil saat mereka membesarkanku. Sebaliknya, sekarang ku dapat berbagai
lingkungan baru dan kenalan baru. Sekarang suasana kota besar yang kutinggali.
Teman-teman yang akrab denganku saat ini, paling baru kukenal beberapa tahun.
Tapi juga entahlah, masih beberapa lama aku berhubungan dengan mereka. Nanti
aku juga lebih banyak berhubungan dengan istri dan anak.
Silih berganti yang hadir berikutnya selalu menggantikan
yang hadir sebelumnya. Lantas, apa yang selama ini bersamaku ??? tampaknya kok
tidak ada. Karena, selalu saja mereka pergi kemudian diganti dengan yang baru.
Bahkan saat kulihat tubuhku, ternyata tubuh yang kudiami, yang kubawa-bawa
kemanapun aku pergi, ternyata juga berganti-ganti. Saat kulihat foto-fotoku
kulihat dulu tubuh yang mempunyai tubuh seorang bayi, kemudian tubuh anak
kecil, kemudian tubuh seorang pemuda. Sekarang kulihat tubuhku, ternyata sudah
dewasa. Berikutnya nanti tubuh orang tua. Suara yang keluar dari mulutku pun
ternyata berganti-ganti. Dulu suara yang kecil dan menggemaskan, kemudian suara
yang besar dan teratur, berikutnya nanti suara yang lemah dan patah-patah.
Tubuh dan suaraku sendiri pun ternyata berganti lantas apa yang sebenarnya selalu
bersamaku.
Semuanya dengan mudahnya datang dan pergi, tapi juga
mudah menghilang. Apa yang rasanya masih seperti kemarin sore, ternyata sudah
berubah semuannya. Mudah datang dan mudah pergi. Namun itulah yang kadang
membuat aku merasa sepi dan gersang.
Lantas apa yang sebenarnya selalu bersamaku. Yang dia
selalu ada di manapun aku berada. Yang aku selalu bisa bicara dengannya. Yang
tidak pernah sedetik pun dia sampai tidak bersamaku. Yang membuat aku tenang
dan merasa nyaman. Yang membuat aku merasa tentram dengan keberadaannya.
Yaaaaaaaaaaaa…..Allah !!!! Ku sadar. Bukankah engkau
selalu ada !! tidak pernah sedetikpun engkau tidak ada karena kau selalu
melihatku dan tahu yang kualami. Dimana pun aku berada engkau selalu ada dan
mengerti aku saat itu. Saat aku dipuncak gunung, ditengah padang ilalang, di
tepi lautan, di hutan belantara, engakua selalu ada dan ada melihatku.
Seandainya aku dipadang gersang, digurun pasir yang ganas dan tandus, engkau
juga selalu ada dan menyaksikanku. Jika aku berada di tengah musuh, mereka
mengepungku, dan mau membunuhku, engkau juga selalu ada dan tahu apa yang
terjadi denganku. Jika aku dipenjara, kemudian aku dihukum gantung, Engkau juga
selalu ada dan tahu persis apa yang saat itu terjadi padaku.
Yaaaaa……..Allah bukankah engkau sudah ada sebelum aku
ada. Saat aku di dalam ruh kau ada. Saat aku dialam kandungan kau ada. Saat aku
didunia ini kau tetap ada. Nanti saat aku di alam kubur, dipadang magshar, di
yaumil hisab, di akhirat, kau tetap ada dan tahu persis seperti apa keadaanku.
Di mana pun aku berada, kau selalu ada dan melihatku.
Yaa…Allah, kau juga Maha
Kuasa. Tidak ada suatu peristiwa terjadi tanpa izin-Mu. Tidak ada bencana
kecuali atas kehendakmu. Yaa…Allah, tidak ada yang mamapu menghalangi-Mu, tak
ada yang mampu melawan kehendak-Mu. Begitu juga, tidak ada yang bisa menghalangi-Mu
saat engkau akan member pertolongan. Yaa….Allah, aku inggin perlindungan-Mu, ku
inggin kasih saying-Mu.
Yaaa….Allah, kumohon ampunan-Mu, komohon selalu
bersama-Mu, yaa…Allah. Kumohon janganlah engkau sampai berlepas diri dariku
Ya…Allah. Yaa…Allah, kumohon selalu dekat dengan-Mu.
Yaa….Allah, aku juga mohon ampunan-Mu. Betapa aku salama
ini bodoh, sangat sangat bodoh. Mengapa segala hal yang mudah datang dan pergi
justru terasa lebih besar dan lebih berat dari engkau, yang tidak pernah hilang
sedetikpun, dan mampu menyelamatkan diriku dari bahaya sebesar apapun, mampu
menyayangi aku lebih dari kasih sayang siapapun, mampu memberikan apa saja
lebih dari pemberiaan siapapun. Yaa..Allah, betapa aku ini bodoh, tolol,
ediot…kok bisa-bisanya aku begitu..benar-benar tidak mikir !! Ampuni Aku Yang
Ya..Allah…… Ampuni Aku Yang Ya..Allah…… Ampuni Aku Yang Ya..Allah……
Braaakkkkk!!! Terkejut aku. Aku membuka mata. Aku
menoleh, ternyata kucing lewat jendela. Aku dingin. Aku menoleh ke bawah.
Kuliah lantai O, iya…….,,bukankah aku masih di mushola?? Aku mencoba keluar,
ternyata ada beberapa orang menuju mushola ini. Kulihat ke dinding, jam empat
seperempat. Berarti sebentar lagi adzan shubuh. Aku mencoba melihat kebawah
sana, ke lembah di bawah gunung tempat mushola itu. Banyak ibu-ibu yang lekas
menyiapkan dagangan untuk pagi nanti. Kemudian kulihat ke depan… kutatap
cakrawala.
Yaaa Allah, ku ingat malam tadi. Aku sadar, dunia ini
hanyalah fana, mudah datang dan pergi. Sebaliknya engkau adalah kekal, Maha Mengetahui,
sekalugus Maha Kuasa. Ya Allah, mulai pagi ini kumohon jangan jadikan yang fana
ini menguasai hatiku serta terasa berat dan besar bagiku. Jadikan dunia ini
ringan, sekedar tempat berjalan, tempat aku menebarkan aksi dalam menjalankan
perintah-Mu dan senantiasa mengabdi kepada-Mu. Jadikan hidupku semata sebagai
urusan dengan-Mu dalam menjalankan segala amanah-Mu, dan jadikan aku senantiasa
sadar akan tanggung jawab urusan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar