Senin, 01 April 2013


"MUDAH DATANG DAN MEDAH PERGI"
Disebuah mushola kecil yang cukup sunyi disitu aku duduk. Mataku terpejam dan tidak melihat apapun sekitarku. Lantas aku berpikir, betapa mataku selama hari ini sudah menatap berbagai suasana. Tidak ada yang sama pandanganku dalam tiap lima menit. Selalu berganti-berganti selama hari itu kadang kulihat pepohonan, ladang, kebun. Kadang kulihat rumah, kamar, lemari, pakaian. Kadang ku lihat temanku, tetangganku. Kadang kulihat kumpulan orang banyak, gedung, perkantoran, jalan raya, teman-teman kota. Semuanya silih berganti. Tiap lima menit sudah berbeda. Pandangan yang satu digantikan pandangan yang lain. Satu berlalu, lainnya datang. Semuanya mudah datang dan mudah pergi.
            Masih dalam mata terpejam, kuingat-ingat selama hidupku, kurenungi berbagai kejadian dan lingkungan sekitarku. Ternyata juga berganti-ganti. Kampung tempat aku dibesarkan sekarang semakin jarang kutinggali. Teman-teman SD sudah pasti jarang bertemu. Teman dekat SMP entah kemana mereka. Sahabat-sahabat karib yang selama ini kukenal juga tidak banyak ynag tau kabarnya. Entah tinggal dimana mereka sekarang. Juga entah apakah mereka semuanya masih hidup, aku tidak tahu. Teman-teman kos yang dengan mereka kadang bergurau tapi kadang saling marah aku juga tidak tahu dimana berada. Adikku yang puluhan tahun serumah denganku, yang dengannya kadang  rukun tapi kadang tengkar, sekarang juga sudah ikut suaminya. Kedua orang tuaku yang demikian menyayanggiku, aku juga semakin jarang bertemu mereka langsung, tentu berbeda dengan saat aku masih kecil saat mereka membesarkanku. Sebaliknya, sekarang ku dapat berbagai lingkungan baru dan kenalan baru. Sekarang suasana kota besar yang kutinggali. Teman-teman yang akrab denganku saat ini, paling baru kukenal beberapa tahun. Tapi juga entahlah, masih beberapa lama aku berhubungan dengan mereka. Nanti aku juga lebih banyak berhubungan dengan istri dan anak.
            Silih berganti yang hadir berikutnya selalu menggantikan yang hadir sebelumnya. Lantas, apa yang selama ini bersamaku ??? tampaknya kok tidak ada. Karena, selalu saja mereka pergi kemudian diganti dengan yang baru. Bahkan saat kulihat tubuhku, ternyata tubuh yang kudiami, yang kubawa-bawa kemanapun aku pergi, ternyata juga berganti-ganti. Saat kulihat foto-fotoku kulihat dulu tubuh yang mempunyai tubuh seorang bayi, kemudian tubuh anak kecil, kemudian tubuh seorang pemuda. Sekarang kulihat tubuhku, ternyata sudah dewasa. Berikutnya nanti tubuh orang tua. Suara yang keluar dari mulutku pun ternyata berganti-ganti. Dulu suara yang kecil dan menggemaskan, kemudian suara yang besar dan teratur, berikutnya nanti suara yang lemah dan patah-patah. Tubuh dan suaraku sendiri pun ternyata berganti lantas apa yang sebenarnya selalu bersamaku.
            Semuanya dengan mudahnya datang dan pergi, tapi juga mudah menghilang. Apa yang rasanya masih seperti kemarin sore, ternyata sudah berubah semuannya. Mudah datang dan mudah pergi. Namun itulah yang kadang membuat aku merasa sepi dan gersang.
            Lantas apa yang sebenarnya selalu bersamaku. Yang dia selalu ada di manapun aku berada. Yang aku selalu bisa bicara dengannya. Yang tidak pernah sedetik pun dia sampai tidak bersamaku. Yang membuat aku tenang dan merasa nyaman. Yang membuat aku merasa tentram dengan keberadaannya.
            Yaaaaaaaaaaaa…..Allah !!!! Ku sadar. Bukankah engkau selalu ada !! tidak pernah sedetikpun engkau tidak ada karena kau selalu melihatku dan tahu yang kualami. Dimana pun aku berada engkau selalu ada dan mengerti aku saat itu. Saat aku dipuncak gunung, ditengah padang ilalang, di tepi lautan, di hutan belantara, engakua selalu ada dan ada melihatku. Seandainya aku dipadang gersang, digurun pasir yang ganas dan tandus, engkau juga selalu ada dan menyaksikanku. Jika aku berada di tengah musuh, mereka mengepungku, dan mau membunuhku, engkau juga selalu ada dan tahu apa yang terjadi denganku. Jika aku dipenjara, kemudian aku dihukum gantung, Engkau juga selalu ada dan tahu persis apa yang saat itu terjadi padaku.
            Yaaaaa……..Allah bukankah engkau sudah ada sebelum aku ada. Saat aku di dalam ruh kau ada. Saat aku dialam kandungan kau ada. Saat aku didunia ini kau tetap ada. Nanti saat aku di alam kubur, dipadang magshar, di yaumil hisab, di akhirat, kau tetap ada dan tahu persis seperti apa keadaanku. Di mana pun aku berada, kau selalu ada dan melihatku.
           

Yaa…Allah, kau juga Maha Kuasa. Tidak ada suatu peristiwa terjadi tanpa izin-Mu. Tidak ada bencana kecuali atas kehendakmu. Yaa…Allah, tidak ada yang mamapu menghalangi-Mu, tak ada yang mampu melawan kehendak-Mu. Begitu juga, tidak ada yang bisa menghalangi-Mu saat engkau akan member pertolongan. Yaa….Allah, aku inggin perlindungan-Mu, ku inggin kasih saying-Mu.
            Yaaa….Allah, kumohon ampunan-Mu, komohon selalu bersama-Mu, yaa…Allah. Kumohon janganlah engkau sampai berlepas diri dariku Ya…Allah. Yaa…Allah, kumohon selalu dekat dengan-Mu.
            Yaa….Allah, aku juga mohon ampunan-Mu. Betapa aku salama ini bodoh, sangat sangat bodoh. Mengapa segala hal yang mudah datang dan pergi justru terasa lebih besar dan lebih berat dari engkau, yang tidak pernah hilang sedetikpun, dan mampu menyelamatkan diriku dari bahaya sebesar apapun, mampu menyayangi aku lebih dari kasih sayang siapapun, mampu memberikan apa saja lebih dari pemberiaan siapapun. Yaa..Allah, betapa aku ini bodoh, tolol, ediot…kok bisa-bisanya aku begitu..benar-benar tidak mikir !! Ampuni Aku Yang Ya..Allah…… Ampuni Aku Yang Ya..Allah…… Ampuni Aku Yang Ya..Allah……
            Braaakkkkk!!! Terkejut aku. Aku membuka mata. Aku menoleh, ternyata kucing lewat jendela. Aku dingin. Aku menoleh ke bawah. Kuliah lantai O, iya…….,,bukankah aku masih di mushola?? Aku mencoba keluar, ternyata ada beberapa orang menuju mushola ini. Kulihat ke dinding, jam empat seperempat. Berarti sebentar lagi adzan shubuh. Aku mencoba melihat kebawah sana, ke lembah di bawah gunung tempat mushola itu. Banyak ibu-ibu yang lekas menyiapkan dagangan untuk pagi nanti. Kemudian kulihat ke depan… kutatap cakrawala.
            Yaaa Allah, ku ingat malam tadi. Aku sadar, dunia ini hanyalah fana, mudah datang dan pergi. Sebaliknya engkau adalah kekal, Maha Mengetahui, sekalugus Maha Kuasa. Ya Allah, mulai pagi ini kumohon jangan jadikan yang fana ini menguasai hatiku serta terasa berat dan besar bagiku. Jadikan dunia ini ringan, sekedar tempat berjalan, tempat aku menebarkan aksi dalam menjalankan perintah-Mu dan senantiasa mengabdi kepada-Mu. Jadikan hidupku semata sebagai urusan dengan-Mu dalam menjalankan segala amanah-Mu, dan jadikan aku senantiasa sadar akan tanggung jawab urusan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar